Ekonomi Nasional
Beranda » Blog » Data Desil Heboh di Medsos, Airlangga: Berdasarkan Sensus Ekonomi, Bisa Diperbarui Tiap 3 Bulan

Data Desil Heboh di Medsos, Airlangga: Berdasarkan Sensus Ekonomi, Bisa Diperbarui Tiap 3 Bulan

SOERA RAKJAT – Data desil ekonomi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perbincangan di media sosial setelah banyak warga mengaku hasil yang muncul tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa penentuan desil didasarkan pada hasil sensus ekonomi yang menjadi bagian dari DTSEN.

“Desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi sudah ada DTSEN,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan informasi pada laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat. Penilaiannya meliputi pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Warga Keluhkan Hasil Desil

DPW NasDem Kalimantan Barat Bersama Badan dan Sayap Partai Bagikan 5.555 Paket di Lampu Merah Desa Kapur

Perdebatan mencuat setelah masyarakat mengecek data melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sejumlah warganet mengaku terkejut karena masuk kelompok desil tinggi meski merasa kondisi ekonominya masih pas-pasan.

“Rumah saja belum punya, masa masuk desil 9,” tulis salah seorang pengguna media sosial.

Keluhan lain datang dari orang tua yang khawatir anaknya tidak lagi memenuhi syarat menerima KIP Kuliah karena tercatat berada di desil 9, padahal penghasilan keluarga sekitar Rp1,4 juta per bulan.

Data Dapat Diperbarui

Rumah Warga Desa Tebang Kacang Ludes Terbakar, Warga Galang Donasi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan data DTSEN bersifat dinamis dan diperbarui setiap tiga bulan sekali.

Masyarakat yang merasa data tidak sesuai dapat mengajukan sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos maupun langsung ke kantor desa atau kelurahan.

“Kami mengharapkan masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data agar bantuan sosial semakin tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah berharap proses pembaruan data ini dapat mengurangi kesalahan, baik warga yang berhak menerima bantuan tetapi belum terdata maupun yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria.

Apa Itu Desil?

Budaya Nusantara, Identitas, dan Masa Depan Kebangsaan

Desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan.

– Desil 1: kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah.
– Desil 10: kelompok dengan kondisi ekonomi paling tinggi.

Data tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial serta berbagai program subsidi.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat yang merasa data desilnya tidak sesuai, pengecekan dapat dilakukan melalui laman DTSEN atau aplikasi Cek Bansos. Pengajuan perbaikan juga dapat dilakukan melalui kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat.

Reporter: Tim Redaksi Soeara Rakjat
Sumber: Menko Perekonomian, Kementerian Sosial, detikFinance

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *