Pontianak, 19 Agustus 2026 – Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Fatimah Azzahra, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya kepada aparat keamanan saat aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, viral di media sosial.
Dalam aksi tersebut, massa BEM UI tertahan oleh barikade aparat ketika hendak melanjutkan perjalanan menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Di tengah situasi yang berlangsung tegang namun tetap terkendali, Fatimah berdiri di garis depan bersama peserta aksi dan menyampaikan sikapnya kepada aparat.
Ia mengatakan bahwa keputusannya untuk bertahan bukan didorong oleh rasa takut ataupun kepatuhan kepada aparat, melainkan karena mengutamakan keselamatan rekan-rekan mahasiswa yang ikut dalam demonstrasi.
“Bukan saya takut, bukan saya nurut kepada Anda, tapi bagi saya teman-teman saya lebih berharga. Karena saya tahu bagi Anda nyawa teman-teman saya tidak ada artinya,” ujar Fatimah.
Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai ucapan itu sebagai bentuk keberanian dalam menyampaikan aspirasi, sementara pihak lain menilai pernyataan tersebut sebagai kritik keras terhadap aparat keamanan.
Aksi BEM UI sendiri merupakan bagian dari demonstrasi mahasiswa yang mengangkat sejumlah isu nasional, antara lain kondisi ekonomi, pemberantasan korupsi, evaluasi kebijakan pemerintah, serta perhatian terhadap peran aparat dalam ruang sipil.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan dari rangkaian aksi mahasiswa, sekaligus memperlihatkan dinamika penyampaian aspirasi publik di ruang demokrasi Indonesia.


Komentar