Inspirasi
Beranda » Blog » “Rajin Ikut Pengajian, Tapi Masih Pacaran. Apakah Ilmunya Benar-Benar Bermanfaat?”

“Rajin Ikut Pengajian, Tapi Masih Pacaran. Apakah Ilmunya Benar-Benar Bermanfaat?”

SOERA RAKJAT-Menuntut Ilmu Adalah Kebaikan, Tetapi Jangan Sampai Bertentangan dengan Tujuannya

Menghadiri pengajian adalah amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

(HR. Muslim No. 2699)»

Namun, tujuan menghadiri majelis ilmu adalah untuk semakin taat kepada Allah. Karena itu, jika seseorang datang ke pengajian sambil menjalani hubungan pacaran yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat, maka ia perlu merenungkan apakah ilmu yang didengar sudah benar-benar diamalkan.

Rumpaka Dorong Hadirnya Perpustakaan di Pelosok Kubu Raya

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

(QS. Al-Isra’ [17]: 32)»

Ayat ini tidak hanya melarang zina, tetapi juga segala hal yang dapat mengantarkan kepadanya. Banyak ulama menjelaskan bahwa hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram perlu dijaga agar tidak membuka pintu kepada kemaksiatan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

HMI Cabang Pontianak. Siap Sambut Generasi Mahasiswa Baru 2026 melalui Penguatan Nilai Intelektual dan Kepemimpinan

“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Karena itu, jika menghadiri pengajian dijadikan alasan untuk tetap berpacaran tanpa menjaga batasan syariat, maka tujuan utama menuntut ilmu menjadi tidak selaras dengan pengamalannya. Ilmu seharusnya mendorong seseorang untuk meninggalkan hal yang dilarang, bukan sekadar didengar tanpa diamalkan.

Meski demikian, tidak tepat mengatakan bahwa datang ke pengajian itu sendiri adalah sia-sia. Majelis ilmu tetap merupakan amal yang baik dan dapat menjadi sebab seseorang mendapat hidayah. Yang perlu diperbaiki adalah perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. Pengajian justru bisa menjadi titik awal untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan mengarahkan hubungan kepada jalan yang diridai Allah, seperti melalui proses ta’aruf dan pernikahan apabila telah siap.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bukan hanya mendengar ilmu, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berani Berdiri di Garis Depan, Wakil Ketua BEM UI Sampaikan Pesan kepada Aparat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *