SOERA RAKJAT-Wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang puluhan gempa bumi sejak Rabu malam (19 Agustus 2026) hingga Kamis pagi (20 Agustus 2026). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terbesar yang terjadi pada Kamis pagi memiliki magnitudo 5,6.
Gempa utama terjadi sekitar pukul 05.45 WIB dengan pusat gempa berada pada koordinat 8,30 Lintang Selatan dan 120,59 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Susulan Terus Terjadi
Setelah gempa utama, wilayah Ruteng masih mengalami sejumlah gempa susulan. Salah satunya berkekuatan magnitudo 4,8 yang terjadi hanya satu menit kemudian. Hingga pukul 06.07 WIB, BMKG masih mencatat aktivitas gempa dengan magnitudo 3,2.
Rentetan gempa ini menunjukkan masih adanya aktivitas seismik di wilayah tersebut sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah
Getaran gempa dirasakan masyarakat di Kabupaten Manggarai dengan intensitas sekitar III hingga IV MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa cukup jelas di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan di lapangan.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah, mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi.
Kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Sumber: BMKG dan informasi yang dipublikasikan oleh detikcom.


Komentar