Ketika Orang yang Kita Sayang Udah Nikah

Cerita Ku di Masa Lalu Ada rasa yang paling ribut tapi paling sepi. Namanya nyesek tapi harus ikut bahagia. Undangan nikahnya masuk. Nama dia. Nama orang lain. Tanggal dan gedungnya lengkap. Di bawahnya tertulis “Mohon doa restu”. Padahal doa paling susah itu ya doa buat ngikhlasin. Kemarin dia masih tempat kamu curhat soal jodoh. Hari…

Cerita Ku di Masa Lalu

Ada rasa yang paling ribut tapi paling sepi. Namanya nyesek tapi harus ikut bahagia.

Undangan nikahnya masuk. Nama dia. Nama orang lain. Tanggal dan gedungnya lengkap. Di bawahnya tertulis “Mohon doa restu”. Padahal doa paling susah itu ya doa buat ngikhlasin.

Kemarin dia masih tempat kamu curhat soal jodoh. Hari ini dia yang jadi jawabannya orang lain. Rasanya kayak nonton cerita sendiri, tapi kamu cuma kebagian jadi figuran di bangku tamu undangan.

Gak apa-apa kalau kamu hancur sebentar. Sayang bertahun-tahun gak bisa hilang cuma karena status WA dia ganti jadi “Married”. Nangis, kecewa, marah ke takdir, semua manusiawi. Kamu gak lemah karena sakit. Kamu manusia karena pernah tulus.

Melepas dia itu berat. Datang ke akadnya lebih berat lagi. Senyum ke dia, salim ke pasangannya, terus bilang “Semoga sakinah”. Bibir ngomong bahagia, dada rasanya ditusuk. Tapi justru di detik itu kamu jadi versi dirimu yang paling dewasa. Karena cinta yang beneran itu gak maksa memiliki. Cinta yang beneran mau dia bahagia, walau bukan sama kamu.

Setelah ini boleh kok kasih jeda ke diri sendiri. Unfollow dulu. Arsipin foto dulu. Gak usah maksa cepet move on. Luka karena kehilangan orang yang kita sayang itu sembuhnya pelan. Tapi pasti sembuh.

Suatu hari nanti kamu bakal ngerti. Dia nikah sama orang lain bukan berarti ceritamu gagal. Itu tandanya bab kalian udah selesai, supaya kamu bisa mulai nulis bab baru. Bab yang tokoh utamanya kamu. Bab yang pemeran pendampingnya adalah orang yang emang disiapin khusus buat kamu, bukan orang yang cuma mampir ngajarin kamu cara mencintai.

Dia mungkin bukan jodohmu. Tapi dia guru terbaikmu. Dia ngajarin kamu setulus apa kamu bisa sayang, sekuat apa kamu bisa melepas.

Jadi tenang aja. Orang yang tepat gak akan bikin kamu rebutan sama takdir. Dia akan datang di waktu yang pas, ke orang yang udah selesai berduka.

Type your paragraph here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *