PONTIANAK — Koordinator BEM SI Kalimantan Barat, Fadil Maulana, menyampaikan keberatan terhadap rencana diperbolehkannya armada truk dan tronton melintasi Jembatan Kapuas I. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji kembali dengan mempertimbangkan kondisi kepadatan lalu lintas yang terjadi di kawasan tersebut.
Fadil menilai, pemberlakuan jalur bagi kendaraan berat di Kapuas I berpotensi menambah beban lalu lintas, terlebih pada jam-jam padat. Selain berpotensi memperlambat arus kendaraan, keberadaan kendaraan berdimensi besar di tengah kepadatan lalu lintas juga perlu menjadi perhatian dari sisi keselamatan pengguna jalan.
“Kami memahami bahwa pemerintah tentu sedang mencari solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Namun, kami meminta agar rencana memberikan akses kepada truk dan tronton melintasi Kapuas I benar-benar dikaji secara komprehensif. Jangan sampai solusi yang diharapkan justru menambah persoalan baru di lapangan,” ujar Fadil Maulana.
Fadil juga menyinggung pemerintah daerah agar tidak hanya melihat persoalan dari sisi kebijakan di atas kertas, tetapi turun dan memantau secara langsung kondisi kemacetan di sejumlah titik yang terdampak.
Menurutnya, pemantauan langsung diperlukan untuk melihat bagaimana kondisi lalu lintas sebenarnya, terutama pada waktu-waktu dengan volume kendaraan tinggi.
“Kami mendorong pemerintah untuk turun langsung melihat kondisi kemacetan. Bagaimana antrean kendaraan, bagaimana pergerakan kendaraan ketika jam sibuk, dan bagaimana dampaknya apabila kendaraan berat ikut melintas. Dari situ kemudian kebijakan dapat dievaluasi dan dikaji ulang berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.
BEM SI Kalimantan Barat, lanjut Fadil, mendorong agar setiap kebijakan terkait rekayasa lalu lintas dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran arus, keselamatan masyarakat, serta kondisi faktual di lapangan.
“Yang kami soroti bukan semata-mata persoalan boleh atau tidak boleh. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak terhadap pengurangan kemacetan dan tidak justru menambah kepadatan serta risiko bagi pengguna jalan,” tutup Fadil.


Komentar