Regional
Beranda » Blog » Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-25 KH Abdussyakur Walid Nurhalim di Kubu Raya

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-25 KH Abdussyakur Walid Nurhalim di Kubu Raya

 

KUBU RAYA – Ribuan jamaah yang terdiri dari santri, alumni, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar memadati Lapangan Pondok Pesantren (PP) Darun Nasyi’in, Sui Pelaik, Desa Simpang Kanan, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8/2026) malam.

Kehadiran massa dalam jumlah besar ini bertujuan untuk menghadiri puncak peringatan Haul ke-25 (Seperempat Abad) Pendiri dan Pengasuh Pertama PP Darun Nasyi’in, Alm. K.H. Abdussyakur Walid Nurhalim, yang dirangkaikan secara khidmat dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 17 Rabi’ul Awal 1448 H.

Perhelatan akbar yang diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an pada pukul 12.30 WIB dan dilanjutkan Ziarah Akbar pada pukul 15.30 WIB ini menjadi momentum penting untuk mendoakan almarhum, memperkuat ukhuwah islamiyah, sekaligus menggalang donasi pembangunan infrastruktur fisik pesantren. Acara inti yang dimulai pukul 19.00 WIB dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tawassul yang dipimpin Lora Noval, pembacaan Surah Yasin, serta tahlil khusyuk yang dipimpin Kyai Nasruddin. Suasana spiritual semakin berbobot saat RKH. Abbas Muhammad Rofi’i dari LPI Al-Hamidi PP Banyuanyar Delem Temur Pamekasan menyampaikan mau’idhoh hasanah mengenai keutamaan ilmu dan keteladanan almarhum.

K.H. Abdussyakur Walid Nurhalim yang lahir sekitar tahun 1952 di Desa Ketapang, Jalan Masjid Keramat Daya 1, Kabupaten Sampang, Madura, dikenal sebagai pejuang pendidikan, waliyullah, dan pahlawan perdamaian. Selepas menimba ilmu di PP Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan di bawah bimbingan RKH. Abdul Hamid Bakir, hingga rihlah keilmuan ke Makkah dan Madinah kepada ulama ternama seperti Syekh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, beliau diutus sebagai guru tugas ke Kalimantan Barat pada tahun 1970.

DPW NasDem Kalimantan Barat Bersama Badan dan Sayap Partai Bagikan 5.555 Paket di Lampu Merah Desa Kapur

Perjuangan beliau berlanjut saat pindah ke Dusun Sungai Rasau (Pelaik), Desa Simpang Kanan pada tahun 1974. Bersama sang istri, Nyai Rohela, serta didukung mertuanya, Bapak Satuki dan Ibu Safinah, K.H. Abdussyakur melakukan peletakan batu pertama pendirian PP Darun Nasyi’in pada tahun 1977 dengan bangunan awal berupa musholla panggung kayu sederhana berukuran 3×6 meter beratap daun rumbia. Kawasan pedalaman terisolasi yang dulunya dipenuhi hutan gambut dan marak penyakit sosial kini bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang menaungi jenjang pendidikan dari KB/RA, MI, MTs, MA, hingga SMK. Keberlanjutan perjuangan ini kini diteruskan oleh pengasuh utama Kiai Ahmad Nauval, S.Pd.I, serta Gus Ainun Najib, M. Ag. Sebagai ketua yayasan

Acara haul ini diselenggarakan oleh panitai degan Ketua Panitia Ust. Saheri, Sekretaris Ust. Herman, Ketua IKADANAS Ust. Abdurrahman,

Selain mencetak ribuan alumni, rekam jejak almarhum mengukir sejarah emas dalam diplomasi perdamaian saat terjadi konflik etnis meluas di Kalimantan Barat pada awal tahun 1997. Pada 23 Februari 1997, Danramil Sungai Ambawang kala itu, Pak Jaya Mardani, meminta bantuan sang kyai untuk meredakan ketegangan. K.H. Abdussyakur secara berani mendatangi tenda Panglima Perang Dayak. Ketika sang panglima menegaskan bahwa nyawa harus dibayar dengan nyawa, almarhum menancapkan sebatang lidi ke tanah dan menantang seluruh pasukan untuk mencabutnya. Tak satu pun prajurit mampu mencabut lidi tersebut, sehingga Panglima Perang Dayak merasa takzim dan menyepakati perdamaian, yang kemudian disusul Musyawarah Rekonsiliasi Akbar pada 5 Maret 1997.

Sang pejuang dakwah tersebut wafat pada usia 49 tahun pada 13 Rabiul Awal 1422 H atau 6 Juni 2001 pukul 02.00 WIB di RSUD Soedarso Pontianak. Meski almarhum telah wafat seperempat abad silam, warisan spiritual, semangat pendidikan, dan rekam jejak keharmonisan sosial yang ditinggalkannya akan terus menyala serta menjadi teladan abadi bagi seluruh santri, alumni, dan masyarakat Kalimantan Barat.

Kontributor: Qomaruzzaman

KAHMI Kubu Raya dan Dinas P3KB Perkuat Sinergi, Gelar Seminar Parenting tentang Peran Ayah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *