, ,

Diskusi Kebangsaan Refleksi Hari Lahir Pancasila, Hadirkan Dua Narasumber Inspiratif

Foto Sambutan Ketua Ligs Mahasiswa Nasdem

PONTIANAK, SOEARARAKJAT.COM – Liga Mahasiswa NasDem Kalimantan Barat sukses menggelar Diskusi Kebangsaan. Tema yang diangkat “Refleksi Hari Lahir Pancasila”. Kegiatan berlangsung Minggu, 7 Juni 2026. Lokasinya di Cafe 5 CM Universitas Tanjungpura, Pontianak. Diskusi ini mengumpulkan banyak elemen. Hadir perwakilan Organisasi Kepemudaan atau OKP se-Kalbar. Ada juga mahasiswa dari berbagai kampus. Tokoh masyarakat yang peduli kebangsaan juga ikut hadir.

Acara dibuka Ketua Komite Wilayah LMND Kalbar, Rahmat, S.E. Dalam sambutannya ia menekankan satu hal. Pancasila wajib jadi pedoman berbangsa dan bernegara. Apalagi bagi generasi muda.“Momen Hari Lahir Pancasila harus jadi pengingat. Tugas pemuda jelas. Jaga persatuan Indonesia. Kuatkan toleransi antar umat. Turun langsung kontribusi buat pembangunan bangsa,” tegas Rahmat.Ia berharap diskusi ini melahirkan gagasan. Gagasan itu harus konstruktif. Tujuannya untuk kemajuan Kalimantan Barat.Diskusi menghadirkan dua narasumber inspiratif. Keduanya punya kapasitas mumpuni di bidangnya.

Narasumber pertama H. Syarif Abdullah Al Kadrie, S.H., M.H. Beliau menjabat Anggota DPR RI Komisi V. Narasumber kedua Dr. Herlan, S.Sos., M.Si. Beliau Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untan.Syarif Abdullah fokus membahas persatuan. Ia bilang gotong royong adalah kunci. Itu implementasi Pancasila paling nyata di tengah zaman modern.

“Perkembangan zaman bawa banyak tantangan. Ada hoaks, ada politik identitas. Di sinilah pemuda diuji. Pemuda punya peran strategis. Peran itu untuk jaga keutuhan bangsa. Sekaligus hidupkan lagi semangat nasionalisme,” jelasnya.Dr. Herlan menyorot sisi lain. Ia bilang Pancasila bukan sekadar dasar negara di atas kertas. Pancasila harus masuk ke kepala dan tindakan.“Pancasila wajib jadi landasan berpikir. Wajib jadi landasan bertindak sehari-hari. Untuk itu, literasi kebangsaan harus ditingkatkan. Dengan literasi kuat, pemuda tidak mudah goyah.

Pemuda bisa hadapi tantangan sosial, politik, sampai budaya,” papar Dr. Herlan.Diskusi berjalan interaktif. Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Peserta dari berbagai OKP aktif mengajukan pertanyaan. Pertanyaannya beragam. Ada soal peran pemuda saat ini. Ada juga soal cara merawat persatuan. Isunya di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.Antusiasme peserta tinggi. Ini bukti pemuda Kalbar peduli isu kebangsaan. Mereka tidak apatis.Melalui kegiatan ini, LMND Kalbar punya 3 harapan. Pertama, semangat kebangsaan makin menguat. Kedua, silaturahmi antar OKP makin erat. Ketiga, pemahaman Pancasila di kalangan muda makin tajam dan aplikatif.

Type your paragraph here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *